Jumat, 19 Oktober 2012

Contoh Kecelakaan Akibat Kegagalan Simulasi


Kali ini saya akan membahas tentang Simulasi-simulasi yang menyebabkan kegagalan
Seperti yang kita ketahui Simulasi dibuat untuk memudahkan kita untuk melakukan atau mengerjakan sesuatu,
Saya akan mengambil contoh pada Simulasi Penerbangan,Simulasi penerbangan sangat berguna untuk melatih siswa penerbangan dalam mengendalikan pesawat dalam kondisi apapun, tetapi tidak semua simulasi-simulasi yang di pelajari dalam siswa penerbangan berjalan dengan baik,.

Contoh kegagalan simulasi dalam penerbangan bisa kita lihat dari kecelakaan Dua Siswa Aero Flyer

Kementerian Perhubungan menyatakan dua siswa Aero Flyer kritis dalam kecelakaan pesawat latih di Kuningan, Jawa Barat. "Dua siswa atas nama Rara Paramitha dan Nur Fitriani Fatimah, kritis," ujar pelaksana harian juru bicara Kementerian Perhubungan, J.A. Barata, Senin, 2 Juli 2012. Sedangkan seorang instruktur, Kapten Heru, meninggal dunia.

Pesawat Cessna PK-HAL milik Aero Flyer Indonesia (Batavia Air) mengalami kecelakaan di Kuningan sekitar pukul 15.50 WIB. Sebelumnya, juru bicara Kementerian Perhubungan, Bambang S. Ervan, mengatakan sebuah pesawat latih jenis Cessna 172 jatuh di Kuningan. "On board ada tiga orang, dua di antaranya adalah siswa," kata Bambang.

Ia menjelaskan kecelakaan terjadi dalam penerbangan latihan. Menurut Bambang, dua siswa yang menjadi korban, yaitu Rara dan Fitri, telah dibawa ke rumah sakit.

 Pesawat dengan nomor registrasi PK-HAL tersebut mengalami kecelakaan dalam sorti keempat. Dalam sorti atau penerbangan pertama hingga ketiga, Bambang mengatakan tidak ada masalah.

Polres Kuningan menyatakan pesawat latih tersebut jatuh di Dusun Patapan, Desa Sukadana, Kecamatan Ciawigebang, Kuningan, Jawa Barat. "Penumpang ada tiga, satu orang tewas," ujar Anggota Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Kuningan, Brigadir Diman.



Akibat kecelakaan yang terjadi sekitar pukul itu, kata Diman, satu orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka. Diman mengatakan korban yang meninggal bernama Drs. Heru Fahrudin. Diman menyatakan dua korban lainnya adalah perempuan.

Diman mengatakan Rara, salah satu korban luka-luka, merupakan kapten pilot pesawat yang mengalami kecelakaan itu. Rara mengalami patah kaki akibat kecelakaan tersebut. "Semua korban sudah dievakuasi ke RSUD 45, Kuningan, sekarang," ujar Diman. Ia mengatakan sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan atas jatuhnya pesawat Cessna tersebut.

Dari contoh di atas bisa kita simpulkan bahwa tidak semua Simulasi berjalan dengan baik, menjalankan simulasi harus di lakukan dengan serius dan teliti agar di kenyataannya kita bisa meminimalisir kecelekaan seperti itu
Sumber
-http://www.tempo.co/read/news/2012/07/02/058414342/Dua-Siswa-Aero-Flyer-Kritis

Pemanfaatan Simulasi di Dunia Industri


Kali ini saya akan membahas tentang pemanfaatan Simulasi dalam bidang Industri
pertama-pertama saya akan menjelaskan pengerti Simulasi.

Pengertian Simulasi
Simulasi adalah suatu proses peniruan dari sesuatu yang nyata beserta keadaan sekelilingnya (state of affairs). Aksi melakukan simulasi ini secara umum menggambarkan sifat-sifat karakteristik kunci dari kelakuan sistem fisik atau sistem yang abstrak tertentu.

Manfaat Simulasi :
Simulasi juga bermanfaat pada bidang industri, terutama dalam bidang industri penerbangan
Contoh simulasi pada penerbangan adalah Full Flight simulator.
Full Flight simulator adalah suatu sistem dimana untuk mewujudkan gambaran penerbangan sebuah pesawat terbang yang hampir mendekati kenyataan sebenarnya namun berbeda dengan simulasi penerbangan yang biasa dalam permainan komputer.
Fight Simulator ini digunakan juga dalam industri luar angkasa sebagai acuan untuk beberapa pekerjaan seperti :
1. pengembangan, pengujian, dan verifikasi sebuah perangkat keras dalam industri ini
2. untuk pengujian dan pengembagan dari perangkat lunak pesawat
3. sebagai pengembangan tampilan baru cokpit untuk meningkatkan kewaspadaan awak pesawat.

Kelebihan Simulasi
  • Dapat dipadukan dengan model numerik untuk menganalisa sistem yang lebih kompleks.
  • Simulasi memungkinkan fleksibilitas yang besar dalam pemodelan system yang kompleks, jadi model simulasi memiliki tingkat kebenaran yang besar
  • Dapat mengetahui seluk-beluk sistem secara keseluruhan

Kerugian Simulasi
Simulasi secara esensial adalah suatu proses eksperimen yang memerlukan perencanaan yang hati-hati.Dan modal simulasi sangat mahal untuk pembangunannya.

Dan dari yang saya buat kita bisa menyimpulkan bahwa dalam bidang industry ataupun bidang yang lainnya sangat membutuhkan Simulasi untuk mempermudah melakukan pekerjaan walaupun biaya yang harus di keluarkan besar.

Sumber :
-http://ridwanaryana.com/?p=18
-www.wikipedia.org
-http://terusbelajar.wordpress.com/2009/12/22/pengenalan-pemodelan-dan-simulasi/

Jumat, 20 April 2012

Pewarisan (inheritance) & Polymorphism

Pewarisan (inheritance) & Polymorphism

Nama                            :  M Triaji Wijanarko
NPM                              : 54410835
Rekan Kerja                 : http://buttercream-ngeblogs.blogspot.com
Kelas                             : 2IA13




Pewarisan (inheritance)

Semua class dalam Java, termasuk class yang membangun Java API, merupakan subclass dari superclass Object.

 Contoh dari hierarki class :



Superclass  
 class yang letaknya di atas class tertentu di dalam hierarki.

Subclass 
 class yang letaknya di bawah class tertentu di dalam hierarki.

Keuntungan penggunaan Inheritance dalam OOP : 
Reusability

  • Ketika behavior(method) dideklarasikan dalam superclass, behavior tersebut otomatis diwariskan ke seluruh subclass
  • Jadi, Anda dapat meng-enkode method hanya sekali dan method tersebut dapat digunakan oleh seluruh subclass
  • Sebuah subclass hanya perlu mengimplementasikan perbedaan antara dirinya sendiri dan parent-nya
  • Untuk mengambil sebuah class, gunakan keyword extends.
  • Untuk lebih jelasnya, mari buat class parent sederhana, misalkan kita mempunyai class parent bernama Person.
public class Person { 
 protected String name; 
 protected String address; 

 /**
 * Default constructor  
 */ 
 public Person(){ 
  System.out.println(“Inside Person:Constructor”); 
  name = ""; address = ""; 
 }
 . . . .

  • Sekarang, kita buat class lain bernama Student
  • Karena murid juga termasuk orang, kita putuskan untuk meng-extend class Person, sehingga kita dapat mewariskan semua properti dan method yang telah ada di class Person. 
  • Untuk itu, kita bisa menulis :

public class Student extends Person {
  public Student(){ 
  System.out.println(“Inside Student:Constructor”); 
 }
 . . . .
}
  • Ketika sebuah object Student diinstansiasi, default constructor dari superclass Student dipanggil secara implisit untuk melakukan inisialisasi seperlunya.
  • Setelah itu, pernyataan di dalam constructor subclass dijalankan.
  • Untuk memperjelasnya, perhatikan kode dibawah ini :
public static void main( String[] args ){ 
 Student anna = new Student(); 

  •  
  • Dalam kode ini, kita membuat sebuah object dari class Student. Hasil dari program adalah:
Inside Person:Constructor 
Inside Student:Constructor

Flowchart program ditampilkan dibawah ini :


  •  
  • Sebuah subclass dapat juga memanggil secara eksplisit sebuah constructor superclass yang ada diatasnya.
  • Dapat dilakukan dengan menggunakan pemanggilan constructor super.
  • Pemanggilan constructor super didalam constructor subclass akan mengakibatkan eksekusi dalam constructor yang relevan dari superclass, berdasarkan passing argument-nya.
  •  
  • Sebagai contoh, pada contoh sebelumnya yaitu class Person dan Student, kita tunjukkan sebuah contoh pemanggilan constructor super.
  • Tuliskan kode berikut untuk class Student
public Student(){ 
 super( "SomeName", "SomeAddress" );
  System.out.println("Inside  Student:Constructor");

Polymorphism
 Kemampuan sebuah variabel reference untuk merubah behavior sesuai dengan apa yang dipunyai object. 

 polymorphism membuat objek-objek yang berasal dari subclass yang berbeda, diperlakukan sebagai objek-objek dari satu superclass. Hal ini terjadi ketika memilih method yang sesuai untuk diimplementasikan ke objek tertentu berdasarkan pada subclass yang memiliki method bersangkutan.

Untuk menjelaskan polymorphism, mari kita bahas sebuah contoh.

Pada contoh sebelumnya, kita diberikan parent class yaitu Person dan subclassnya adalah Student, sekarang kita tambahkan subclass lainnya dari Person yaitu Employee

Berikut adalah hirarki class nya. 


Dalam Java, kita dapat membuat referensi dari suatu superclass ke object dari subclassnya. Sebagai contoh,
public static main( String[] args ) {
 Person  ref; 
 Student studentObject = new Student(); 
 Employee employeeObject = new Employee(); 

 ref = studentObject; //titik referensi Person kepada          // sebuah object Student
}

misalnya, kita memiliki sebuah method getName dalam superclass Person. Dan kita meng-override method ini di kedua subclass yaitu Student dan Employee
public class Student { 
 public String getName(){ 
  System.out.println(“Student Name:” + name); 
  return name; 
 }

public class Employee { 
 public String getName(){ 
  System.out.println(“Employee Name:” + name); 
  return name; 
 

  •  
  • Kembali ke method utama kita, ketika kita mencoba memanggil method getName dari referensi Person ref, method getName dari object Student akan dipanggil.
  • Sekarang, jika kita memberi ref kepada object Employee, maka method getName juga akan dipanggil

public static main( String[] args ) {
 Person  ref; 
 Student studentObject = new Student(); 
 Employee employeeObject = new Employee(); 

 ref = studentObject; //titik referensi Person kepada object Student 

 //getName dari class Student dipanggil 
 String temp=ref.getName();
 System.out.println( temp ); 

 ref = employeeObject; //titik referensi Person kepada  object Employee 

 //getName dari class Employee dipanggil  
 String temp = ref.getName();
 System.out.println( temp ); 



sumber : 
Jardiknas PDF